//
you're reading...
Pers Release

PERNYATAAN SIKAP

Peristiwa yang terjadi di MTsN 1 Kota Bima pada hari sabtu, 24 September 2011 telah memicu reaksi besar bagi masyarakat Kota Bima. Kecaman terus bergulir, termasuk Gerakan Pemuda Ansor sebagai salah satu elemen kepemudaan telah mengapresiasi kejadian tersebut dengan mengambil langkah-langkah strategis-partisipatif. Puncak dari kecaman-kecaman publik tercermin dalam gerakan solidaritas guru yang diprakarsai oleh PGRI kemarin, yang tercatat sebagai aksi moral yang sangat simpatik. Terhadap opini dan isu yang kemudian berkembang, GP Ansor kembali menyatakan sikap-sikap sebagai berikut :

  1. Meminta kepada jajaran Kementerian Agama Kota Bima, untuk melakukan upaya-upaya strategis-proporsional dalam rangka mengembalikan citra dan reputasi MTsN 1 Kota Bima sebagai Sekolah Bertaraf Internasional. Upaya tersebut termasuk memulihkan psikologi kolektif para siswa dan staf pengajar dalam keberlangsungan KBM yang nyaman dan berkualitas.
  2. Meminta kepada jajaran Kementerian Agama Kota Bima untuk menimbang dan memperhatikan status legal saudara Syafruddin, S.Pd.I sebagai tenaga pengajar yang diakui di lingkup Kementerian Agama, karena sehubungan dengan penon-aktifan dirinya sebagai staf pengajar Bahasa Arab (Tenaga Honorer) di MTsN 1 Kota Bima. Ini akan menjadi selaras dengan arus simpati publik terhadap diri yang bersangkutan.
  3. Mengajak seluruh masyarakat Kota Bima terutama jajaran dunia pendidikan, untuk secara ikhlas dan bijaksana menerima kembali kehadiran Muhammad Andi Khairil Awwalin sebagai salah seorang anak bangsa yang berhak dan patut untuk memperoleh hak pendidikan dan pengajaran yang layak secara sosial. Karena secara syar’i, usia Muhammad Andi Khairil Awwalin belum dapat dimasukkan dalam kategori Mumayyiz (belum dapat diberlakukan hukum-hukum).
  4. Mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bima, lebih khusus kepada jajaran PGRI dan dunia pendidikan, untuk dapat secara arif dan bijaksana memaafkan saudara Syahbuddin, S.Ag atas perbuatannya yang telah menimbulkan kemarahan publik. Serta mengajak kita semua, untuk segera menghentikan kecaman-kecaman dan diskriminasi sosial terhadap Syahbudin beserta keluarganya.
  5. Mempercayakan kepada pihak Kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini secara prosedur hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas-asas hukum yang proporsional dan memenuhi rasa keadilan.
  6. Mengajak semua pihak yang berkompeten dalam masalah ini untuk duduk bersama, menginisiasi perdamaian sesuai ajaran agama dan adat orang Bima yang menjunjung tinggi persaudaraan, semata-mata untuk meraih ampunan dan keridhaan Allah.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini, dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga yang dapat dijadikan cerminan dalam membangun kembali dunia pendidikan kita.

 

Wallaahul Muwaafiq ilaa Aqwaamit Thorieq,

Wassalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Bima, 4 Oktober 2011

AL IMRAN

Wakil Ketua

About Dzul Amirulhaq

Ketua PC GP Ansor Kota Bima

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: