//
you're reading...
Pers Release

Narkoba dan Terorisme Berpotensi Laten di Kota Bima

Penangkapan dua terduga pemakai dan pengguna Narkoba yang dilakukan oleh aparat Buser Polresta Kota Bima perlu diapresiasi serius oleh seluruh elemen masyarakat Kota Bima. Terlepas itu satu ons, satu gram atau berapa pun kadarnya, Narkoba tetaplah Narkoba, sesuatu yang mengancam masa depan kita. Apalagi Negara sudah sangat jelas menempatkan Narkoba sebagai salah satu musuh bersama. Membongkar jejaring pengguna Narkoba bukanlah pekerjaan ringan, karena sistem stelsel yang digunakan oleh mereka menyulitkan kita untuk mengetahui eksistensi mereka secara terbuka.

Dari sisi agama, Narkoba itu masuk kategori “Sakar”, barang yang memabukkan, jelas itu warning spiritualnya keras, karena mengancam keberlangsungan hidup si pemakai. Tertangkapnya mereka yang diduga menjadi bagian inhern dari jaringan Narkoba itu adalah bukti bahwa peredaran barang gila itu di Kota Bima masih terkesan leluasa. Ini bukan semata kelengahan aparat keamanan, tetapi juga kurangnya gerakan penyadaran dan pencerahan yang digalakkan oleh stakeholder di kalangan generasi muda. Apalagi di setiap daerah sudah terbentuk yang namanya Badan Narkotika Daerah.

Dari beberapa kasus Narkoba yang mengemuka di Kota Bima, modus operandinya jelas bahwa pengguna maupun pengedar rata-rata adalah kalangan ekonomi menengah ke atas. Selama ini, kita hanya bisa mendikte moralitas masyarakat secara umum, kalaupun ada program pendidikan dan penyuluhan tentang Narkoba justru pesertanya adalah masyarakat menengah ke bawah yang secara logika mustahil untuk membeli barang gila itu.

Apa yang dilakukan oleh jajaran pro yustisia ini sekaligus upaya mendukung Visi Walikota dan Wakil Walikota Bima untuk mewujudkan Bima sebagai Kota yang relijius. Munculnya kasus narkoba ke permukaan tidak boleh dilihat sebagai peristiwa biasa, karena itu barang luar biasa, dampaknya luar biasa, ongkosnya luar biasa, apalagi kalau pelakunya orang luar biasa. Masyarakat juga harus berandil untuk turut serta membantu jajaran kepolisian dalam upaya membongkar jaringan itu, misalnya dengan memberi informasi-informasi kepada pihak kepolisian, serta mengawal kasus ini bersama-sama.

Gerakan Pemuda Ansor siap lahir batin untuk bersama-sama dengan Pemerintah dan Kepolisian untuk membebaskan Kota Bima dari ancaman dan bahaya peredaran Narkoba. Karena menurut kami, Narkoba dengan Terorisme itu sama saja, sama gilanya. Jaringan teroris dan narkoba itu sama-sama rahasia, yang berinteraksi kan hanya kalangan mereka sendiri, mereka juga pandai ganti muka, dan sama-sama bergerak bawah tanah untuk mencari mangsa. Itu soal gaya hidup, bedanya kalau terorisme itu jaringan kekerasan berkedok Islam yang menawarkan surga dengan jalan pintas, sedangkan narkoba jaringan bisnis hura-hura tawarkan surga dunia, cari pembeli sekaligus cari distributor. Dan dua hal ini sama pentingnya untuk diberantas, karena siapapun tidak ingin anak-anaknya jadi terpengaruh dengan gaya hidup yang gila itu.

Bagi Gerakan Pemuda Ansor, Terorisme, Radikalisasi Agama dan Narkoba adalah bahaya laten yang harus diwaspadai. Bukan hanya GP Ansor, tapi seluruh elemen kepemudaan harus turun tangan dengan cara dan paradigmanya masing-masing, KNPI pun perlu melihat persoalan ini secara serius, supaya bisa menyambungkan pesan-pesan kewaspadaan sampai ke tingkat bawah. Kita berharap, apa yang dilakukan oleh Kapolresta dan jajarannya ini dapat memicu kesadaran kita bersama untuk membentengi diri dan keluarga dari infiltrasi gaya hidup yang mengarah pada keterpurukan moral.

Dzul Amirulhaq

Ketua PC GP Ansor Kota Bima

About Dzul Amirulhaq

Ketua PC GP Ansor Kota Bima

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: