//
you're reading...
Pers Release

JADIKAN 28 OKTOBER SEBAGAI MOMENTUM RETROSPEKSI SEMANGAT KEPEMUDAAN

Semangat nasionalisme kepemudaan untuk lebih berkarya dan membangun bangsa dan negara sepertinya perlu direview kembali. Nilai-nilai kekokohan sebagai pemuda yang menjadi salah satu tonggak sejarah bahkan dirasa semakin hilang dan terkikis habis. Sehingga saat ini sangat diperlukan refleksi dan penyegaran yang mengarah kepada wawasan pembangunan bangsa dan negara kepada bentuk yang lebih baik. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun ini harus menjadi sebuah wahana kontemplasi kepemudaan dalam menantang arus perubahan yang menjanjikan harapan sekaligus tantangan bagi kawula muda.

Pada ranah kebimaan kita hari ini, meski Sumpah Pemuda tidak diperingati dengan kegiatan seremonial, namun seluruh simpul pemuda perlu menjadikan situasi ini sebagai cerminan untuk memperkokoh landasan pijak dan menata arah gerak pemuda Kota Bima. Berbagai peristiwa yang menyeruak di Kota Bima tidak luput dari keterlibatan generasi muda, insiden pemukulan guru muda di MTsN 1 Kota Bima dan fenomena guru PPL di MTs SA Tolobali adalah fakta miris yang kita tonton di televisi, dan itu juga menyangkut pemuda. Ini adalah sisi lain dari potret buram orang muda di Kota Bima yang menjadi obrolan negatif  di kalangan tua. Terlepas dari itu, pemuda Kota Bima memiliki sumbangsih besar yang tidak kalah konstruktif dalam memperjalankan roda pembangunan di Kota Bima.

Problematika kepemudaan adalah problem sistemik yang mengintegrasikan semua aspek sosial. Tingginya angka curanmor di Kota Bima yang pelakunya rata-rata orang muda ini tidak harus diartikan berbanding lurus dengan kemerosotan moral generasi muda, meski kita tidak bisa menampik bahwa ketidaktersediaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu faktor yang mengarahkan iklim depresi di kalangan generasi muda. Hanya saja satu hal, sebuah spirit yang menjadi kebanggaan kita sebagai masyarakat Kota Bima, bahwa orang-orang muda di Bima paling alergi dianggap sebagai penganggur, karena semua orang tahu jika semangat dan etos kerja pemuda-pemuda Bima telah teruji oleh sejarah. Terhadap anomali-anomali sosial kepemudaan itu perlu dilakukan pendekatan yang lebih kontekstual pada mereka, dan tugas tersebut juga berpulang kepada keramahan kaum tua untuk memperlakukan orang-orang muda secara bersahabat.

Satu hal penting yang paling sering disoroti terhadap pemuda ialah, tentang pola hubungan simpul-simpul kepemudaan dengan Pemerintah, stakeholder dan masyarakat. Yang saya maksud di sini adalah peran aktif OKP dan Kelompok-kelompok kepemudaan dalam menyokong laju pembangunan Kota Bima. Simpul-simpul pemuda tetaplah eksis dengan nalar dan jiwa kritisnya, tetapi bagaimana kemudian meletakkan kritik-kritik tersebut dalam koridor etika kebimaan kita. Sebutlah misalnya, upaya Pemkot dalam menggairahkan investasi dan home industry melalui rintisan Tambang Marmer Terintegrasi di Oi Fo’o, kita harus meniliknya secara prospektif secara holistik, tidak dengan mengalaskan referensi parsial yang sepihak untuk menetapkan sikap kritis. Sebagai kelompok usia yang visioner, simpul-simpul kepemudaan perlu mendukung usaha tersebut dengan berbagai cara yang sesuai dengan bidang masing-masing, karena ketika tambang marmer tersebut berjalan maka kelompok yang paling banyak direkrut dan dilatih sebagai Karyawan maupun Pengrajinnya adalah generasi muda. Itulah kemudian yang perlu kita persiapkan, jangan sampai Sumber Daya Alam kita go international tapi Sumber Daya Manusia di Kota Bima masih asyik mengutak-atik kritik ke Pemerintah.

Momentum peringatan Sumpah Pemuda ke 83 tahun ini mari kita jadikan sebagai wahana retrospeksi dan menata kembali arah gerak kita. Kita bersyukur, saat ini banyak potensi muda yang memperoleh kepercayaan publik untuk menduduki posisi-posisi strategis berpengaruh, dan ini tidak terlepas dari sikap positif pemimpin kita di Kota Bima yang begitu peduli dan memberi kesempatan kepada orang-orang muda untuk berkiprah lebih banyak di pos-pos pemerintahan. Di ranah usaha, semangat enterpreneurship para pengusaha muda sudah tidak kita ragukan lagi. Mudah-mudahan citra positif tetap terjaga sembari meminimalisir karakter-karakter negatif kita di tengah masyarakat, karena bahaya terbesar bagi orang muda ialah bilamana masyarakat mulai meragukan kapabilitas yang kita punya. Karena bagaimana pun, masa depan Kota Bima tercinta ditentukan pula oleh corak dan karakter para pemuda hari ini. Saat ini kita harus terus belajar, banyak bertanya pada kaum tua, sembari mempersiapkan mental dan hati untuk Bima masa depan. Watawashau bil haqqi watawashau bisshabri.

Muhammad Ardiansyah, ST

Sekretaris PC GP Ansor Kota Bima

About Dzul Amirulhaq

Ketua PC GP Ansor Kota Bima

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: