//
you're reading...
Pers Release

GP ANSOR : TAMBANG MARMER DI OI FO’O HARUS DIDUKUNG

Penolakan sekelompok kecil masyarakat atau elemen tertentu terhadap rencana eksploitasi dan eksplorasi batu marmer di Kelurahan Oi Fo’o harus dilandasi dengan alasan-alasan obyektif dan seimbang. Dalam meretas kebijakan tersebut, Pemkot sudah memperhitungkan banyak aspek secara akurat dan proporsional, apalagi ini menyangkut hajat hidup masyarakat Kota Bima sendiri. Kebijakan pembangunan Kota Bima tidak akan berjalan lancar jika terhalau oleh aksi-aksi penolakan yang muncul secara taktis-sporadis dan mengabaikan hasil pendalaman ilmiah. Perangkat-perangkat pemerintah sudah bekerja secara optimal untuk itu. Kalau soal minimnya sosialisasi, sebenarnya ini problem klasik yang bukan hanya dihadapi oleh Kota Bima, tetapi banyak kebijakan lain yang memang selama ini tidak tersosialisasi tapi justru tidak ditanggapi serius oleh kita. Karena memang, Pemerintah tidak mungkin naik turun rumah hanya untuk memberi tahu dan menjelaskan satu per satu kepada warga tentang seluk beluk pertambangan marmer secara detail. Kalau dibilang DPRD tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan maupun penandatangan MoU ijin eksplorasi dan produksi, itu pun mustahil, jadi kita harus berhenti beropini, karena studi banding ke Tulung Agung dulu, beberapa anggota parlemen juga dibawa serta.

Jadi, aspirasi-aspirasi ketidakberterimaan itu sah-sah saja selama terbangun dalam kerangka yang mencerahkan dan saling mengisi, hanya saja itu tidak sampai menghambat rencana konstruktif pemerintah untuk melakukan terobosan pertambangan batu marmer di Oi Fo’o. Di Kota Bima sudah ada beberapa ahli muda lingkungan, mereka bisa kita mintai pandangan untuk share soal pertambangan marmer ini, sebaiknya sahabat-sahabat mahasiswa bisa bertanya kepada mereka yang ahli di bidangnya, sehingga pengetahuan kita terhadap masalah ini jadi lebih komprehensif, dan masukan-masukan kita ke pemerintah bisa lebih bijaksana dan bertanggungjawab. Ini kan ada tahapan-tahapannya, dari pemetaan wilayah tambang, pembangunan basecamp, mendatangkan alat berat, baru penggalian, proses itupun masih lama sebelum diproduksi. Pada tahapan produksi inilah nantinya kita terlibat langsung sebagai home industry. Pastilah ini akan menyedot banyak pekerja, coba bandingkan saja dengan bagaimana geliat penambangan batu marmer Tulung Agung yang terkenal itu, Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung jumlah penduduknya 54.228 . Industri rakyat ini menyerap hingga sekitar 2000 perajin dan 650 orang tenaga kerja dengan hasil produksi sebesar 4.570.000 unit per tahun. Tambangnya menjadi komoditas utama karena memiliki deposit yang cukup besar, yaitu 124.062.500 meter kubik. Itu artinya, terbuka peluang yang cukup luas bagi calon investor untuk berinvestasi.

Nah Pemerintah Kota Bima terinspirasi oleh sukses Tulung Agung dalam mengelola potensi Sumber Daya Alamnya sendiri. Dari catatan Dinas PU Pengairan dan ESDM Tulungagung, sejak awal tahun 2011 hingga pertengahan Oktober 2011, pendapatan galian C yang disetorkan mencapai Rp. 100 Juta. Sementara bagi hasil dari penambangan pasir bijih besi mencapai Rp. 340 Juta. Sehingga PAD sektor tambang mereka mencapai Rp. 440 Juta. Jumlah itu melebihi dari jumlah pendapatan yang ditarget.

Kalau tambang batu marmer di Oi Fo’o berjalan baik, kemudian direspon positif oleh seluruh masyarakat Kota Bima dengan menciptakan iklim stabilitas daerah yang kondusif, maka ini akan menjadi pintu masuk bagi melanggengnya investor lain di Kota Bima. Pertambangan batu marmer adalah salah satu dari cara kita menghidupkan semangat home industry sekaligus menarik minat investasi di sektor-sektor lain. Karena dalam teori investasi, geliat satu sektor usaha di sebuah wilayah akan berbanding lurus dengan tumbuhnya investasi baru di sektor lain. Efek yang nyata dari rencana tersebut yakni adanya usaha peningkatan status Pelabuhan Laut Bima menjadi Pelabuhan Internasional yang bisa disinggahi kapal-kapal peti kemas. Jujur saja kita tidak akan mampu menggalang akselerasi pembangunan tanpa menggandeng sektor swasta, dalam hal ini investasi, kita harus membuka diri dan dari sinilah kemudian kita belajar.

Itulah sebabnya kita perlu mendukung kebijakan Pemkot tersebut, minimal dengan berpikir positif dan mendoakan semuanya sukses.Pengelolaan tambang Batu Marmer gambarnya jelas beda dengan tambang emas atau tembaga. Batu Marmer ada dipermukaan tanah, digali akan dapat tanah yang bagus untuk pertanian. Ini beda dengan tambang emas, karena batu Marmer langsung dikelola, apalagi potensi Marmer di Oi Fo’o itu 1,5 juta metric, masa pengelolaannya bisa 100 tahun, tinggal kita imbangi dengan usaha menjaga stabilitas lingkungan dan alam. Kalau sangsi dengan investornya kan tinggal cek saja situs resmi mereka, PT Pacific Union Indonesia itu memang bergerak di bidang marmer, Company Contactnya jelas juga, alamatnya juga jelas, nomor Hpnya juga jelas, jadi tidak perlu risau.

Yang perlu kita lakukan kemudian ialah, memfasilitasi pelatihan-pelatihan Usaha Kecil Menengah dan membantu mencarikan jaringan pemasaran domestiknya, itu sebuah bentuk partisipasi sederhana kita membangun Kota ini. Terutama elemen-elemen muda, harus bisa berinisiatif untuk saling mensosialisasikan rencana-rencana pemerintah tersebut dalam forum lintas OKP, lintas BEM dan lintas stakeholder lain sehingga pemerintah tidak selalu tertuduh lamban dalam sosialisasi. Tinggal nantinya kita membangun simpul-simpul kerja penopang sekaligus pengawasan rencana eksplorasi dan produksi. Kita buktikan bahwa Kota Bima akan mampu menciptakan model pertambangan terintegrasi, sehingga masyarakat tidak alergi dengan istilah “Tambang”, tidak lagi menganggap kosa kata eksplorasi maupun eksploitasi itu sebagai hantu lingkungan. Gerakan Pemuda Ansor sendiri siap untuk berpartisipasi jika dibutuhkan, karena itu kami mengucapkan Selamat Bekerja kepada PT Pacific Union Indonesia, insya Allah masyarakat Kota Bima akan setia memback-up kerja-kerja tulus investasi ini.

DZUL AMIRULHAQ (Ketua)

About Dzul Amirulhaq

Ketua PC GP Ansor Kota Bima

Diskusi

One thought on “GP ANSOR : TAMBANG MARMER DI OI FO’O HARUS DIDUKUNG

  1. apapun alasan bapak terkait masalah tambang, yang jelas kami sebagai masyarakat bima tidak setuju dengan adanya pertambangan, tambang menguntungkan dalam jangka panjang, tapi merugikan dalam jangka panjang

    Posted by Ardiansyah | 12 Desember 2012, 20:23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: