//
you're reading...
Pers Release

GP ANSOR KOTA BIMA SIAP PASANG BADAN UNTUK MELINDUNGI GURU-GURU MUDA YANG DIPERLAKUKAN TIDAK TERHORMAT

Insiden pemukulan siswa terhadap Guru bahasa Arab di MTsN 1 Kota Bima adalah tindakan yang tidak terpuji, sulit dibenarkan dengan dalih atau hujjah apapun secara psikologis, sosial maupun syar’i. Baik itu diliput atau tidak diliput oleh media massa, sesungguhnya hal tersebut menjadi preseden buruk dalam perspektif etika interaksi antara Sekolah, Siswa dan Wali Murid, bahkan interaksi kemasyarakatan secara integral.

MTsN 1 Kota Bima kini harus mempertaruhkan reputasinya (muru’ah) sebagai sebuah Madratsah sekaligus RSBI, meskipun dalam hal ini sekolah tersebut menjadi pihak yang dirugikan secara langsung. Sudah ada beberapa kasus serupa yang terjadi di daerah ini, ada yang terekspose, ada juga yang tidak terekspose. Intinya, dalam hal ini perlu ada pembatasan ranah keterlibatan Wali murid atau tidak. Di setiap sekolah sudah ada BK, Wali Kelas, secara kelembagaan setiap sekolah sudah mampu menangani dan menyelesaikan problem-problem tersebut tanpa harus mengundang kegaduhan dari pihak lain. Siapapun harus menghargai otoritas sekolah, bukankah sudah ada Komite sebagai wadah penyaluran aspirasi wali murid?

GP Ansor menilai, bahwa guru-guru di Kota Bima perlu mendapatkan penegasan imunitas (kekebalan) dalam mekanisme edukasi di semua tingkatan di Kota Bima. Tidak perlu ada sisi pandang diskriminatif terhadap Guru Sukarela, Guru Honor atau Guru PNS sekalipun. Selama mereka tercatat memiliki jam mengajar dan diakui di sekolah tersebut, maka itu adalah guru. Apalagi peristiwa tersebut menimpa seorang guru madratsah. Beberapa waktu lalu, ada berita tentang betapa kita sempat kewalahan nyari guru agama, sekarang guru-guru seperti itu dipecat dengan mudah. Kantor Kementerian Agama Kota Bima harus menimbang persoalan ini dengan obyektif, bil wazni (seimbang) dan ta’addul (proporsional). Kalau ada dua puluh wali murid datang mengadukan hal-hal remeh-temeh ke sekolah, lalu apa iya sekolah seenaknya main pecat saja. Dan penyelesaian masalah seperti ini tidak harus serta merta menjadi tugas PGRI, tetapi menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat untuk saling mencerahkan, karena kita semua pasti pernah, sedang dan akan punya anak yang sekolah.

Justru menurut kami, pihak sekolah juga perlu bertanggung jawab karena telah gagal melakukan dua hal; Pertama, kalau benar ada guru yang terbukti melakukan kekerasan melampaui batas, kenapa tidak juga mampu dibina dengan menerapkan mekanisme sanksi internal. Yang kedua, Sekolah gagal membangun pertahanan martabat yang mapan sehingga tidak mudah diintervensi oleh pihak lain. Ketika di salah satu televisi swasta diberitakan bahwa guru tersebut langsung dipecat, kami menilai itu keputusan yang kurang bijaksana, kiranya Kementerian Agama Kota Bima perlu mengapresiasi hal ini.

Wali murid memang pantas risau jika anaknya dihukum, karena tidak ada di kolong langit ini, orang tua yang sudi anaknya dihakimi dengan cara yang tidak patut. Tetapi tidak ada satu guru pun di dunia ini yang bangga melihat kenakalan murid-muridnya, karena guru-guru pasti merasa berdosa jika gagal membina akhlak siswa-siswanya. Karena itulah, mengapresiasi kejadian-kejadian seperti di MTsN Kota Bima, kami menyatakan insya Allah untuk siap pasang badan melindungi dan menjaga para guru agama muda, dosen-dosen agama dan para da’i muda dari tekanan dan intimidasi yang mengatasnamakan apapun, selama guru tersebut telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan sesuai aturan kependidikan. Sebaliknya, kalau ada guru-guru agama yang terbukti melakukan tindakan asusila dan mengidap penyakit sosial seperti bermabuk-mabukan, berjudi, tertangkap basah berhubungan gelap dengan wanita bukan muhrim dan melakukan tindakan kriminal, maka GP Ansor akan langsung mendesak kepada atasannya untuk langsung diberi sanksi tegas.

Semoga ke depan, peristiwa semacam ini tidak ada lagi.

Bima, 27 Sepetember 2011

PC GP Ansor Kota Bima

M. Ardiansyah, ST

Sekretaris

About Dzul Amirulhaq

Ketua PC GP Ansor Kota Bima

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: