//
you're reading...
Pers Release

DISKUSI PUBLIK KEAGAMAAN

REKOMENDASI- REKOMENDASI

DIKUSI PUBLIK, KOTA BIMA 19 NOVEMBER 2011

“Islam dan Pendidikan Karakter dalam Perpektif Keindonesiaan; Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme di Kota Bima”

Oleh Abu Rafi ; JAT

  1. Pendidikan karakter Islam harus dikembangkan dengan tetap berlandaskan aqidah dan ketauhidan yang benar
  2. Tidak akan lahir sebuah tindakan radikalisme jika nilai-nilai tauhid dan aqidah diterapkan dengan baik
  3. Kita harus memilih pemimpin yang paham tehadap Islam jika ingin menerapkan pendidikan yang berkarakter sesuai dengan landasan Al Qur’an dan As Sunnah
  4. Radikalisme bukanlah paham yang berasal dari Islam sehingga istilah itu harus dihilangkan
  5. penyelenggaraan pendidikan tidak boleh diremehkan, kita harus kembali dengan komitmen berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah, pendidikan tidak boleh terlepas dari ajaran tauhid, konsep dakwah wal jihad (amar ma’ruf nahi munkar), pendidikan akan kehilangan nilainya jika menghilangkan konsep itu

“Membumikan Nilai-Nilai Universalitas Islam Menentang Isu Radikalisme”

Oleh H. Yasin H. Abubakar ; Ketua MUI

  1. Nilai-nilai Islam yang toleran harus tetap dilestarikan dalam kehidupan masyarakat sebagai sebuah syarat untuk menjaga kerukunan antar umat beragama
  2. Ajaran-ajaran yang ada dalam al-Qur`an memerlukan seseorang yang menjelaskannya dan memberikan teladan pelaksanaannya, sebagaimana dalam firman-Nya: “… Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan” (QS. al-Nahl/16:44).
  3. Radikalisme adalah sebuah faham yang harus dihilangkan karena tidak sesuai dengan semangat Islam itu sendiri yang anti terhadap kekerasan
  4. Mereka yang melakukan kegiatan terorisme, sebagaimana faksi-faksi sempalan lain yang melakukan kejahatan dan penyelewengan atas nama Agama, memang menggunakan ayat-ayat al-Qur`an serta Hadis Rasulullah sebagai legitimasi kejahatan yang mereka lakukan. Namun bukan berarti mereka melakukan “hal yang benar”, karena ayat-ayat dan Hadis yang mereka gunakan memang valid, hanya saja penafsiran atasnya berpotensi salah. Untuk itu cara pandang terhadap dalil yang mereka lakukan ini harus segera diluruskan
  5. Penguatan aqidah dan akhlak terhadap masyarakat adalah salah satu upaya yang mesti dilakukan untuk membentengi diri dari masuknya faham radikalisme

“Penguatan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Pembangunan Karakter bagi Generasi Muda; Srategi Pencegahan Radikalisme di Bima”

Oleh Drs. H. Anwar Kemennag Kota

  1. Setiap sekolah harus menjadikan kualitas akhlak/ karakter sebagai salah satu Quality Assurance yang harus dimiliki oleh setiap lulusan sekolahnya
  2. Siswa-siswi yang dididik di sekolah kita harus dididik menjadi hamba Allah yang beriman, sebagaimana pemerintah kita mencanangkan dalam Pasal 3 UU No. 20/2003, bahwa: Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”
  3. Jika ternyata baiknya akhlak menjadikan sempurnanya iman, maka tidak ada alasan bagi sekolah kita untuk menomor duakan keseriusan dalam upaya pembentukan akhlak/karakter dibanding keseriusan mengejar keunggulan teknologi.
  4. Sekolah-sekolah Islam bahkan sekolah umum harus menjadikan pendidikan karakter sebagai pilar utama dalam proses penyelenggaraannya
  5. Nilai-nilai Islam harus diintegrasikan ke dalam bangunan kurikulum.

 

“Konsep Islam dalam Pembangunan Karakter bagi generasi muda; Upaya Meretas maraknya isu radikalisme di wilayah Bima

Oleh Drs Taufiqurrahman, M.Pd. ; Akademisi

  1. Islam harus dijadikan sebagai landasan filosofis untuk membangun karakter generasi muda
  2. Selalu menegakkan nilai-nilai dan praktek ibadah. Pendidikan agama Islam mendidik dan mendisiplinkan pemeluknya untuk selalu taat beribadah kepada Allah SWT. Dengan perilaku ibadah yang bersih, niscaya akan terbentuk karakter muttaqien, selalu menjauhi perilaku negatif dan destruktif.
  3. Melibatkan peran-serta orangtua dan masyarakat dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
  4. Memahamkan dengan baik pada anak tentang arti kebaikan. Mengapa harus berperilaku baik. Untuk apa berperilaku baik. Dan apa manfaat berperilaku baik
  5. Membangun kecintaan berperilaku baik pada anak yang akan menjadi sumber energi anak untuk berperilaku baik. Membentuk karakter adalah dengan cara menumbuhkannya.

REKOMENDASI UMUM :

Radikalisme Agama di Kota Bima adalah termasuk salah satu potensi laten yang dapat mengancam masa depan dunia pendidikan karena gerakan-gerakan beberapa kelompok Islam mulai memasuki satuan-satuan pendidikan. Oleh karena itu Gerakan Pemuda Ansor Kota Bima bersama beberapa stakeholder merekomendasikan beberapa point penting bagi upaya pencegahan gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama di Kota Bima :

  1. Melalui forum-forum komunikasi guru-guru Pendidikan Agama Islam agar diselenggarakan sebuah lokakarya khusus tentang pengintegrasian nilai karakter bangsa dalam strategi pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah umum.
  2. Meminta kepada pihak Kementerian Agama Kota Bima case qua Seksi Mapendaisum dan Seksi Pekapontren untuk meningkatkan supervisin dan pengawasan berkala terhadap model pembelajaran beberapa materi keislaman di sekolah-sekolah Agama dan pondok pesantren.
  3. Meminta kepada Majelis Ulama Indonesia untuk mengalakkan pertemuan rutin dengan Organisasi-organisasi kepemudaan Islam dan Yayasan keagamaan maupun lembaga swadaya dakwah dengan inti pembahasan tentang strategi dakwah berbudaya serta mengedepankan esensi Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
  4. Forum menghendaki agar ada pertemuan yang secara khusus menjadi wahana penentuan sikap tokoh-tokoh Islam di Bima tentang perlunya membangun kesadaran publik atas potensi berbahaya dari doktrin dan pemahaman Islam radikal (fundamentalis).
  5. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bima perlu menindaklanjuti diskusi ini dengan mengelaborasikan sub-sub tema baru dalam format diskusi terbatas (Focus Group Discussion) yang dapat menyerap pandangan-pandangan lebih komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan.

About Dzul Amirulhaq

Ketua PC GP Ansor Kota Bima

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: